Perbedaan Standar Akuntansi SAK-ETAP dan PSAK

Posted Diposting oleh xclmedia sbg  Artikel Akuntansi
Sep
25

standar akuntansi keuanganIkatan Akuntan Indonesia pada tanggal 17 Juli lalu telah meluncurkan standar akuntansi ETAP (SAK-ETAP) bertepatan dalam acara Seminar Nasional Akuntansi “Tiga pilar Standar Akuntansi Indonesia” yang dilaksanakan oleh Universitas Brawijaya dan Ikatan Akuntan Indonesia. Nama standard ini sedikit unik karena exposure draftnya diberi nama Standar Akuntansi UKM (Usaha Kecil dan Menengah), namun mengingat definisi UKM sendiri sering berubah, maka untuk menghindari kerancuan, standard ini diberi nama SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik.

Apabila SAK-ETAP ini telah berlaku efektif, maka perusahaan kecil seperti UKM tidak perlu membuat laporan keuangan dengan menggunakan PSAK umum yang berlaku. Di dalam beberapa hal SAK ETAP memberikan banyak kemudahan untuk perusahaan dibandingkan dengan PSAK dengan ketentuan pelaporan yang lebih kompleks. Perbedaan secara kasat mata dapat dilihat dari ketebalan SAK-ETAP yang hanya sekitar seratus halaman dengan menyajikan 30 bab.

aplikasi akuntansi excelAPLIKASI AKUNTANSI EXCEL sebuah program olah data akuntansi yang dikembangkan melalui Excel. Anda tidak perlu merancang lagi, cukup melalui pengaturan Anda sudah dapat menggunakan aplikasi secara penuh. Output laporan keuangan yang dihasilkan, Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, serta dilengkapi validitas kode, rekonsiliasi kas dan bank, penyusutan aktiva tetap otomatis dan lain-lain.

Sesuai dengan ruang lingkup SAK-ETAP maka Standar ini dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas tanpa akuntabilitas publik. Entitas tanpa akuntabilitas publik yang dimaksud adalah entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan tidak menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.

Lebih lanjut ruang lingkup standar ini juga menjelaskan bahwa Entitas dikatakan memiliki akuntabilitas publik signifikan jika : proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.

Sesuai dengan ruang lingkup SAK-ETAP maka Standar ini dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas tanpa akuntabilitas publik. Di dalam beberapa hal SAK ETAP memberikan banyak kemudahan dibandingkan dengan PSAK dengan ketentuan pelaporan yang lebih kompleks.

general ledger excelGENERAL LEDGER EXCEL sebuah program olah data akuntansi yang dikembangkan melalui Excel. Dengan sistem akuntansi yang sederhana melalui Jurnal Umum dapat menghasilkan informasi laporan keuangan standar berupa Neraca dan Laba-Rugi. Kelebihan aplikasi pada sistem Buku Besar dan Buku Besar Pembantu sesuai standar, yang dapat memberikan informasi secara rinci.

Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan penggunaan standar tersebut. Hal ini dimungkinkan apabila misalnya pihak otoritas berwenang merasa ketentuan pelaporan dengan menggunakan PSAK terlalu tinggi biayanya ataupun terlalu rumit untuk entitas yang mereka awasi.

SAK-ETAP ini akan berlaku efektif per 1 January 2011 namun penerapan dini per 1 Januari 2010 diperbolehkan. Entitas yang laporan keuangannya mematuhi SAK ETAP harus membuat suatu pernyataan eksplisit dan secara penuh (explicit and unreserved statement) atas kepatuhan tersebut dalam catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan tidak boleh menyatakan mematuhi SAK ETAP kecuali jika mematuhi semua persyaratan dalam SAK ETAP. Apabila perusahaan memakai SAKETAP, maka auditor yang akan melakukan audit di perusahaan tersebut juga akan mengacu kepada SAK-ETAP.

Mengingat kebijakan akuntansi SAKETAP di beberapa aspek lebih ringan daripada PSAK, maka ketentuan transisi dalam SAKETAP ini cukup ketat. Pada BAB 29 misalnya disebutkan bahwa pada tahun awal penerapan SAK ETAP, yakni 1 January 2011, Entitas yang memenuhi persyaratan untuk menerapkan SAK ETAP dapat menyusun laporan keuangan tidak berdasarkan SAK ETAP, tetapi berdasarkan PSAK non-ETAP sepanjang diterapkan secara konsisten. Entitas tersebut tidak diperkenankan untuk kemudian menerapkan SAK ETAP ini untuk penyusunan laporan keuangan berikutnya. Oleh sebab itu per 1 January 2011, perusahaan yang memenuhi definisi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik harus memilih apakah akan tetap menyusun laporan keuangan menggunakan PSAK atau beralih menggunakan SAK-ETAP.

penyusutan aktiva excelPENYUSUTAN AKTIVA EXCEL perhitungan penyusutan aktiva tetap perlu dilakukan karena nilai manfaat aktiva akan semakin berkurang sesuai dengan berjalannya waktu pemakaian. Jumlah yang disusutkan dialokasikan untuk mengurangi nilai perolehan aktiva. Untuk
menghitung penyusutan bisa dilakukan secara manual, namun membutuhkan waktu yang lama dan akurasi perhitungan yang tidak terjamin.

Selanjutnya ketentuan transisi juga menjelaskan bahwa entitas yang menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP kemudian tidak memenuhi persyaratan entitas yang boleh menggunakan SAK ETAP, maka entitas tersebut tidak diperkenankan untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Hal ini misalnya ada perusahaan menengah yang memutuskan menggunakan SAK-ETAP pada tahun 2011, namun kemudian mendaftar menjadi perusahaan public di tahun berikutnya. Entitas tersebut wajib menyusun laporan keuangan berdasarkan PSAK non-ETAP dan tidak diperkenankan untuk menerapkan SAK ETAP ini kembali. Sebaliknya entitas yang sebelumnya menggunakan PSAK non-ETAP dalam menyusun laporan keuangannya dan kemudian memenuhi persyaratan entitas yang dapat menggunakan SAK ETAP, maka entitas tersebut dapat menggunakan SAK ETAP ini dalam menyusun laporan keuangan.

Berikut ini adalah table perbandingan PSAK dengan SAK-ETAP yang dapat membantu pembaca dalam mempelajari SAK-ETAP lebih jauh. Buku SAK-ETAP dapat diperoleh di kantor pusat Ikatan Akuntan Indonesia dan kantor-kantor cabang IAI.

NoElemenPSAKSAK ETAP
1Penyajian Laporan Keuangan

Laporan posisi keuangan

Informasi yang disajikan dalam laporan posisi keuangan

Pembedaan asset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang

Aset lancar

Laibilitas jangka pendek

Informasi yang disajikan dalam laporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan

(Perubahan istilah di ED PSAK 1: Neraca menjadi Laporan Posisi Keuangan, Kewajiban (liability) menjadi laibilitas)

Sama dengan PSAK, kecuali informasi yang disajikan dalam neraca, yang menghilangkan pos:

Aset keuangan

Properti investasi yang diukur pada nilai wajar (ED PSAK 1)

Aset biolojik yang diukur pada biaya perolehan dan nilai wajar (ED PSAK 1)

Kewajiban berbunga jangka panjang

Aset dan kewajiban pajak tangguhan

Kepentingan nonpengendalian

2Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi komprehensif

Informasi yang disajikan dalam laporan Laba Rugi Komprehensif

Laba rugi selama periode

Pendapatan komprehensif lain selama periode

Informasi yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif atau catatan atas laporan keuangan

Tidak sama dengan PSAK yang menggunakan istilah laporan laba rugi komprehensif, SAK ETAP menggunakan istilah laporan laba rugi.
3Penyajian Perubahan EkuitasSama dengan PSAK, kecuali untuk beberapa hal yang terkait pendapatan komprehensif lain.
4Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan

Struktur

Pengungkapan kebijakan Akuntansi

Sumber estimasi ketidakpastian

Modal (ED PSAK 1)

Pengungkapan lain

Sama dengan PSAK, kecuali pengungkapan modal.
5Laporan Arus Kas

Arus kas aktivitas operasi: metode langsung dan tidak langsung

Arus kas aktivitas investasi

Arus kas aktivitas pendanaan

Arus kas mata uang asing

Arus kas bunga dan dividen, pajak penghasilan, transaksi non-kas

Sama dengan PSAK kecuali:

Arus kas aktivitas operasi: metode tidak langsung

Arus kas mata uang asing, tidak diatur.

6Laporan keuangan konsolidasi dan terpisah

Persyaratan penyajian lapkeu konsolidasi

Entitas bertujuan khusus

Prosedur konsolidasi

Lapkeu tersendiri

Lapkeu gabungan

Tidak diatur (Lihat Bab 12).
7Kebijakan akuntansi, estimasi, dan kesalahan

PSAK 25 (Laba atau Rugi Bersih untuk periode Berjalan, Kesalahan Mendasar, dan Perubahan Kebijakan Akuntansi)

Laba atau rugi bersih untuk Periode berjalan

Kesalahan Mendasar

Perubahan kebijakan Akuntansi

Pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi

Konsistensi dan perubahan kebijakan akuntansi

Perubahan Estimasi akuntansi

Kesalahan.

Pos luar biasa

Laba atau rugi dari aktivitas normal

Operasi yang tidak dilanjutkan

Perubahan estimasi Akuntansi

Penerapan suatu standar Akuntansi keuangan

Perubahan kebijakan Akuntansi yang lain

SAK ETAP sudah maju satu langkah dibandingkan PSAK (tidak ada “kesalahan mendasar” dan “laba atau rugi luar biasa”).
8Instrumen Keuangan Dasar

Ruang lingkup: aset dan kewajiban keuangan

Instrumen keuangan dasar:

Diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, dimiliki hingga jatuh tempo, tersedia untuk dijual, pinjaman dan pinjaman yang diberikan

Impairment menggunakan incurred loss concept

Derecognition

Hedging dan derivatif

Ruang lingkup: investasi pada efek tertentu

Klasifikasi trading, held to maturity, dan available for sale. Hal tsb mengacu ke

PSAK 50 (1998).
9Persediaan

Pengukuran persediaan

Biaya persediaan

Biaya pembelian

Biaya konversi

Biaya lain-lain

Biaya persediaan pemberian jasa

Teknik pengukuran biaya

Rumus biaya

Nilai realisasi bersih

Pengakuan sebagai beban

Pengungkapan

Sama dengan PSAK
10Investasi pada perusahaan asosiasi dan entitas anak

Ruang lingkup: entitas asosiasi

Metode akuntansi

Metode biaya

Metode ekuitas

Model nilai wajar (ED PSAK 15)

Ruang lingkup: entitas asosiasi dan entitas anak

Metode akuntansi

Entitas asosiasi : metode biaya

Entitas anak :

metode ekuitas
11Investasi pada perusahaan asosiasi dan entitas anak

Jointly controlled operation, asset, and entity

Metode akuntansi

Metode konsolidasi proporsional

Metode ekuitas

Model nilai wajar (ED PSAK 12 : PBA/PBO/PBE)

Sama dengan PSAK kecuali metode akuntansi hanya menggunakan metode biaya.
12Property Investasi

Metode akuntansi

Model nilai wajar

Model biaya

Metode akuntansi: model biaya
13Aset Tetap

Menggunakan pendekatan komponenisasi

Pengukuran menggunakan model biaya atau model revaluasi

Pengukuran biaya perolehan

Pengakuan pengeluaran selanjutnya

Penyusutan

Tidak perlu review nilai residu, metode penyusutan, dan umur manfaat setiap akhir periode pelaporan, tetapi jika ada indikasi perubahan saja

Sama dengan PSAK kecuali:

Tidak menggunakan pendekatan komponenisasi.

Revaluasi diijinkan jika dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah. Hal ini mengacu ke PSAK 16 (1994)

Tidak perlu review nilai residu.

14Asset Tidak Berwujud

Prinsip umum untuk pengakuan

Pengakuan awal, pengukuran selanjutnya

Amortisasi selama umur manfaat atau 10 tahun

Penurunan nilai

Sama dengan PSAK, kecuali aset tidak berwujud yang diperoleh dari penggabungan usaha.

Menggunakan metode pembelian

Goodwill dimaortisasi 5 tahun atau 20 tahun dengan justifikasi manajemen

Tidak diatur
15Sewa

Mengatur perjanjian yang mengandung sewa

Klasifikasi bersifat principle based

Laporan keuangan lessee dan

Tidak mengatur perjanjian yang mengandung sewa (ISAK 8)

lessor

Klasifikasi sewa: kombinasi IFRS for SMEs dan SFAS 13

Laporan keuangan lessee dan lessor menggunakan PSAK 30 (1990): Akuntansi SewaGuna Usaha

Kewajiban diestimasi

Kewajiban kontinjensi

Aset kontinjensi

Sama dengan PSAK
16Ekuitas

Penjelasan

Akuntasi ekuitas untuk badan usaha bukan PT

Akuntansi ekuitas untuk badan usaha berbentuk PT

Reorganisasi

Selisih penilaian kembali

Sama dengan PSAK, kecuali :

Reorganisasi

Selisih penilaian kembali

17Pendapatan

Penjualan barang

Penjualan jasa

Kontrak konstruksi

Bunga, dividen dan royalti

Lampiran kasus pengakuan pendapatan (ED PSAK 23)

Sama dengan PSAK.
18Biaya Pinjaman

Komponen biaya pinjaman

Pengakuan dan kapitalisasi biaya pinjaman

Biaya pinjaman langsung dibebankan
19Penurunan Nilai Aset

Penurunan nilai persediaan

Penurunan nilai non-persediaan

Penurunan nilai goodwill

Sama dengan PSAK, kecuali:

Ruang lingkup yang meliputi semua jenis aset.

Tidak mengatur penurunan nilai goodwill

Ada tambahan penurunan nilai untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang menggunakan PSAK 31: Akuntansi Perbankan paragraf 16 dan 17.

20Imbalan Kerja

Imbalan kerja jangka pendek

Imbalan pasca kerja, untuk manfaat pasti menggunakan PUC

Imbalan jangka panjang lainnya

Pesangon pemutusan kerja

Sama dengan PSAK, kecuali untuk manfaat pasti menggunakan PUC dan jika tidak bisa, menggunakan metode yang disederhanakan
21Pajak Penghasilan

Menggunakan deferred taxconcept

Pengakuan dan pengukuran pajakkini

Pengakuan dan pengukuran pajaktangguhan

Menggunakan taxpayable concept

Tidak adapengakuan danpengukuran pajaktangguhan

22Mata Uang Pelaporan

Mata uang pencatatan dan pelaporan

Mata uang fungsional

Penentuan saldo awal

Penyajian komparatif

Perubahan mata uang pencatatan dan pelaporan

Sama dengan PSAK Mata Uang Pelaporan

Mata uang fungsional

Pelaporan transaksi mata uang asing dalam mata uang fungsional

Perubahan mata uang fungsional (Pada prinsipnya sama)

23Peristiwa setelah akhir periode pelaporan

Peristiwa yang memerlukan penyesuaian

Peristiwa yang tidak memerlukan penyesuaian

Sama dengan PSAK
24Pengungkapan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa

Pengertian pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa

Pengungkapan

Sama dengan PSAK 7
25Aktivitas Khusus

Akuntansi perkoperasian

Akuntansi minyak dan gas bumi

Akuntansi pertambangan umum

Akuntansi perusahaan efek

Akuntansi reksa dana

Akuntansi perbankan dan asuransi

Tidak diatur
26Ketentuan Transisi

Retrospektif atau prospektif (jika tidak praktis) yang diterapkan secara prospective catchup (dampak ke saldo laba)

Perpindahan dari dan ke SAK ETAP

27Tanggal EfektifBerlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2011, penerapan dini 1 Januari 2010

Sumber : Majalah Akuntan Indonesia Edisi No.19 Tahun III Agustus 2009

Jasa Laporan Keuangan : Anda tidak mampu menyediakan Laporan Keuangan atau kesulitan membuat laporan keuangan, kami menyediakan jasa pembuatan laporan keuangan, laporan keuangan bulanan maupun tahunan. [read more]

Leave a Reply

CHAT LANGSUNG

Yahoo Messenger
yahoo messenger

Produk Aplikasi Excel

Jasa Penyusunan Laporan Keuangan dan Pajak

Anda pemilik atau pimpinan perusahaan, tidak mampu menyediakan Laporan Keuangan atau kesulitan membuat laporan keuangan, kami siap membantu menyediakan laporan keuangan perusahaan Anda, laporan keuangan bulanan maupun tahunan berikut juga laporan pajaknya. [read more]

Jasa Pembuatan SIstem Akuntansi

Kami siap membantu membuatkan sistem pengelolaan data akuntansi, dari proses data hingga menjadi laporan keuangan. Memberikan training penggunaan sistem, dengan pendekatan praktek langsung kasus laporan keuangan klien dan berbagai penyelesaian masalahnya. Kami siap mendemokan secara langsung (via Teamviewer). [read more]

Jasa Audit Laporan Keuangan

Sebagai profesional berpengalaman di bidang audit, kami siap memberikan layanan AUDIT RESMI dari KANTOR AKUNTAN PUBLIK yang merupakan rekanan kami. Audit diperlukan untuk menilai apakah Laporan Keuangan yang disajikan wajar atau belum, sesuai dengan Standar Akuntansi yang berlaku umum, guna memberikan keyakinan bagi pihak yang memerlukan. [read more]